Puluhan Triliun Lenyap, Jerry Ng Tak Lagi Taipan Terkaya RI

Jerry Ng

– Jerry Ng dulu menduduki urutan ke-35 dari daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Tetapi, bos emiten bank digital PT Bank Jago Tbk (ARTO) Jerry Ng kini telah terdepak dari jajaran orang terkaya versi Forbes itu. Ini seiring harga saham ARTO anjlok lebih dari 85% selama setahun belakangan.

Menurut data Forbes, Jerry Ng sempat berada di peringkat 35 dari daftar 50 orang paling tajir di RI dengan kekayaan US$ 1,2 miliar (Rp 18 triliun) pada 2022 sebelum keluar dari daftar elite tersebut. Sebelumnya lagi pada Juli 2021 dirinya bahkan sempat menempati posisi ke-5 sebagai orang terkaya di Indonesia dengan total harta mencapai US$ 4,7 miliar atau sekitar Rp 70,5 triliun.

Dalam daftar terbaru nama Jerry Ng sudah tidak muncul lagi yang berarti kekayaannya ditaksir sudah tidak mencapai US$ 1 miliar. Setelah saham ARTO turun signifikan, kekayaan Jerry Ng dari kepemilikan tidak langsung di ARTO kini tersisa sekitar Rp 7,41 triliun.

Asal tahu saja, harga saham ARTO sempat menembus Rp19.000/saham hingga awal 2022. Padahal, pada awal 2021, harga saham tersebut masih berada di kisaran Rp3.500-an/saham.

Kala itu, euforia bank digital sempat melambungkan harga saham ARTO dan sejumlah saham sejenis.

Sekarang, per penutupan Senin (10/4/2023) harga saham ARTO berada di Rp2.240/saham, turun 39,78% year to date (ytd) atau terjun hingga minus 85,57% dalam setahun.

Sumber terbesar kekayaan Jerry Ng berasal dari investasi di Bank Jago (ARTO) bersama rekan-rekannya. Jerry Ng tak sendiri, bersama sejawat bisnisnyamereka masuk ke Bank Jago lewat PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia (MEI) dengan kepemilikannya kini sebesar 29,80%.

Selain Jerry, koleganya, Patrick Walujojuga masuk melalui Wealth Track Technology Ltd (WTT), perusahaan investasi berbasis di Hong Kong yang menguasai 11,68%.

Jerry bersama kawan-kawannya mengakuisisi Bank Artos melalui MEI secara resmi pada 26 Desember 2019.

MEI mengakuisisi 454,15 juta saham ARTO pada harga Rp 395/saham. Nilai akuisisi itu setara dengan Rp 179,39 miliar. Setelah transaksi tersebut maka MEI waktu itu memiliki 37,65% saham di Bank Artos, sebelum berganti nama menjadi Bank Jago pada Juni 2020.

Jerry Ng bukan nama baru. Dia sudah malang melintang di industri keuangan nasional dan bahkan luar negeri.Jerry sebelumnya menahkodai BTPN sebagai direktur utama selama satu dekade dan berhasil melesatkan total aset bank ini menjadi 10 kali lipat

Namun, dia memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan karirnya di BTPN setelah bank tersebut merger dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia.

Pada 2003 lalu, Jerry juga pernah berkarir di PT Bank Danamon Indonesia Tbk(BDMN) namun hengkang pada September 2007.

Dia juga tercatat pernah bekerja di PT Bank Central Asia Tbk(BBCA) dan Grup Astra. Sejumlah jabatan penting pernah diembannya seperti Deputi Presiden Direktur di PT Bank Universal, Presiden Direktur di PT Federal International Finance (FIF), dan menjadi Komisaris di PT Astra Colonial Mutual Group Life.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*